SELAMAT DATANG DIBLOG PRINCESS WIWIN IS :)
Posted by : wiwin is widyaningrum Minggu, 07 Mei 2017



Aku telah mempersiapkan lelahku untuk seorang kamu yang pada separuh malam kuhamburkan ucap dan juga firasat tentangmu, lelah tak lagi menjadi santapan. Lelah adalah hal tak pasti yang harus kupinggirkan. Untuk lalui satu lagi kesalahan dengan ujung kamu sebagai kebenaran.
Aku menghela nafas, saat sebait puisi kembali kutulis di lembar kerja Microsoft word. Jemari lentikku selalu handal tentang ini, jika hati telah tiba pada lelahnya. Ya, lelah pada penantian, lelah pada waktu yang tak kunjung berpihak pada kisahku dengan dia. Tapi aku pun bisa apa? Memaksa? Aku tak cukup hebat untuk hal itu. Dan jadilah sekarang, di meja yang sama di tempat yang sama membunuh lelah dengan bermain kata yang mungkin akan menenangkan hatiku.
Aku lelah pada apa apa yang selama ini kusimpan sendiri. Pada kecewaku yang tak pernah kubagi. Dan kini, lelahku memuncak. Amarahku ikut memihak. Ku kacaukan sendiri apa yang selama ini kubangun dengan tertatih. Harapku adalah sempurna. Tapi lelahku merusak segalanya. Harus ku mengadu pada siapa? Sang lelah pun kini tertawa, merasa menang karna mampu merasuki seluruh jiwa raga. 
Klise ketika kamu mengejekku, katamu aku kurang piknik. Piknik, hiburan apapun kamu menyebutkan, sifatnya hanya sementara. Lelah itu datang lagi setelahnya. Mungkin aku hanya butuh kamu. Aku perlu bersandar sejenak, mengatur napas, untuk menghela lelah. Bolehkan aku bersandar pada bahumu sejenak? 
Sebentar saja, hanya untuk melepas lelah yang bergelayut pada pikiran dan hati ini. Tolonglah, pinjamkan padaku bahumu. Aku hanya butuh kamu. Aku tidak akan mengeluh, bila itu membuatmu jengaj. Kamu boleh mengacuhkanku seperti biasanya. Aku tak akan mengeluh. Sungguh.
Tak ada yang lebih nyaman dari bersandar di bahumu, melepas lelah sabil saling bercerita soal hari ini. Berbagi kata menguatkan. Ah, betapa lelahnya diriku hingga tanpa sadar mengharpkanmu disini. Padahal kau ingat padaku saja itu mustahil.
Meski kamu tak mempersilahkan, setidaknya jangan melarang. Berbaikhatilah untuk diam saja saat aku mengeluh padamu barang sebentar. Aku tak butuh apa apa saat seperti ini, tak butuh kamu rawat peluhku saat berjatuhan, tak perlu nasihatmu untuk liburan hanya perlu kamu, bahumu, itu lebih daripada hiburan. 
Lelahku tak membutuhkan refleksi pijat, kamu mengucap selamat pagi sudah lebih dari pijatan semalam suntuk. Ironis memang, lelahku adalah karena kamu. Dan kamu pula ah obatnya. Senyummu untuk wanita lain adalah lelahku. Disaat yang bersamaan senyum itu juga obat lelahku karna kutambah bumbu khayalan bahwa senyum itu milikku. Aku menggila. 
@penulisduniamimpi
Jelas, kau berdiri di hadapanku. Jelas itu khayalanku! Tak mungkin lagi kau kembali. Melihatku mungkin kau tak sudi, apalagi sekedar menyebut namaku. Sungguh sayang, kau tak pernah mengerti betapa lelahnya aku berpura-pura tak mengenalmu lagi. Sedangkan di kepalaku, kau masih saja tertawa menari-nari.
Sengaja memang kubebaskan khayalku mengenang seluruhmu, bukan aku menyerah atau mengalah, namun hati dan otak ini lelah. Biarlah istirahat ini menyiksaku, kuyakin esok bayangmu pun akan lelah bertamu dalam diriku. Menyingkir dan membawa koper besar rasaku, biar waktu membuatnya berlalu.
Aku tak pernah ingin seperti ini. Sayang, kau boleh seakan tak pernah kehilangan apa-apa. Sedangkan aku yang paling merasa kehilanganmu secara nyata. Meski lelah, aku akan tetap berpura-pura tak mengenalmu lagi, karena jika lelahku berpura-pura menemui kadaluarsa, bisa-bisa kau buat merasakan hal yang sama, patah hati untuk pertama kalinya. Aku tak pernah ingin seperti ini, mencintaimu belum kutemukan cara berhenti.
Berpura-pura tak mengenalmu lagi bukan hal yang mudah memang, sayang. Lebih-lebih ketika semua terasa berat, sekitar tak bersahabat. Seperti saat ini. Tak mudah. Bayangmu terus menghantui. Ah, apapun. Berpura-pura lebih baik dari pada cinta tapi tak akan pernah lagi kita bersua.
Bergulir hari, berganti tahun. Tiadamu, aku mulai terbiasa. Walau segalamu, tak kau bawa serta pergi dari ingat, tak apa. aku mempersilahkan kau ada di dalamnya. Bukan untuk selamanya, tentunya. Hanya sampai sedikit ingatan mampu kulupakan. Namun sampai detik ini, perputaranmu di kepalaku belum temukan titik henti. Berkeliling di dalamnya, kau belum lelah, belum jua letih. Bersenang-senanglah, di dalam sana kau hidup. Di dalam sana, kubiarkan kau hadir. 
Namun kau harus tau, ada saatnya nanti aku mulai berada pada titik lelah yang tak mempu lagi ku tangani. Lelah dengan adanya kau masih terus bergelantungan dalam ranting pikirku. Dan sejak itulah, kau harus pergi dan ku paksa ku rela kau pergi. Tanpa jejak. Karna jika itu tidak terjadi, sang lelah akan terus menghantuiku dan terus menertawakan ku atas kemenangannya diatas kekalahanku. 
Meskipun kau belum juga lelah, aku tak bisa seperti ini. Bila hatiku terus saja menghadirkanmu, akan jadi apa aku nanti. Bisa-bisa aku yanggila karena melihatmu tak kunjung lelah dalam ingatanku. Harusnya aku belajar darimu. Menyerah begitu saja disaat aku mulai tergila-tergila. Hingga meninggalkan banyak luka. Disni, dihatiku. 

Dan lelah itu, tak menjadikan kita hanya diam saja. lelah itu, membuat kita bisa berkarya dengan sajak tentangnya. Tetep semangat KITA JATIM!!

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © keseharian dan kehidupanku - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -