Aku Ingin- Sapardi Djoko Damono Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.. Sederhana, indah bukan? Seperti pernyataan yang tulus diucapkan kepada orang terkasih. Lihat pada bait awal Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Mencintai seseorang dengan sederhana, bagaimana bisa? Saya rasa setiap orang punya cara tersendiri dalam mencintai kekasih. Sederhana mempunyai arti tidak berlebih-lebihan, tidak tinggi, tidak rendah, sedang tapi pas. Artinya, Aku ingin mencintaimu dengan segala hal yang tidak berlebih-lebihan, tulus, apa adanya, dan hanya kepada orang yang dicintainya. Perhatikan baris selanjutnya, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Nah, disinilah muncul pemahaman bahwa 'Aku' tidak sempat untuk mengatakan sejujurnya. Hal ini diperjelas dengan kata kayu yang telah menjadi abu. Artinya sudah telat untuk mencintai seseorang dengan sederhana. Begitu pula dengan bait selanjutnya dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.. Artinya keterlambatan seseorang untuk mengungkapkan isi hatinya. Dia ingin mencintai orang itu apa adanya tapi terlambat mungkin karena malu untuk mengungkapkannya sehingga kesempatan itu hilang begitu saja. Seperti pada kata "Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada"
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/oktiwul/aku-ingin-mencintaimu-dengan-sederhana_5519e46ea33311a41cb65957
